Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm
<p><strong>Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)</strong> merupakan <em>open acces</em> dan<em> peer-reviewed journal</em>. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasi penelitian orisinil dan literatur review yang berhubungan dengan isu kesehatan masyarakat yang ada di dunia.</p> <p><strong>Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat) </strong>pertama kali dipublikasikan pada bulan Februari 2021. Topik yang dimuat dalam jurnal ini adalah topik keilmuan yang sesuai dengan peminatan kesehatan masyarakat (Biostatistik, epidemiologi penyakit menular dan tidak menular, informatika kesehatan, kesehatan reproduksi, manajemen asuransi kesehatan, manajemen informasi kesehatan, manajemen pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi kesehatan masyarakat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan kesehatan lingkungan). <strong>J-Mestahat</strong> dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu Februari dan Agustus.</p> <p>Untuk pengajuan artikel (<em>submission</em>) dibuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan artikel, harap pastikan bahwa naskah sudah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup <strong>J-Mestahat</strong> dan mengikuti template naskah yang sudah tersedia.</p>Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatanen-USJurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)2797-4510Hubungan Postur Kerja dan Psikososial dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Guru di Kelurahan Solear Kabupaten Tangerang
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm/article/view/176
<p>Keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) merupakan gangguan yang terdiri dari berbagai kondisi yang mempengaruhi tulang, sendi, otot, dan jaringan ikat yang dapat mengakibatkan rasa sakit dan kehilangan fungsi. Postur kerja yang tidak ergonomis serta tekanan psikososial dalam lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan faktor psikososial dengan keluhan MSDs pada guru. Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan analitik observasional dan desain penelitian <em>cross-sectional</em>. Populasi berjumlah 107 guru pada jenjang pendidikan SD, SMP, SMA di Kelurahan Solear Kabupaten Tangerang, sampel sebanyak 84 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Stratified Random Sampling</em>. Hasil: analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p=0,001), beban berlebih kuantitatif (p=0,006), beban berlebih kualitatif (pv=0,013), dan tanggung jawab terhadap orang lain (p=0,033), dengan keluhan MSDs. Sementara itu, ketaksaan peran (p = 0,139) dan konflik peran (p = 0,094) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan MSDs. Saran penelitian ini menekankan pentingnya intervensi ergonomi dan pengelolaan psikososial dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat.</p>Muhammad Zulfikar AdhaLailatul QomariahSyaiful BahriMuhammad Anshar Al Hakim
Copyright (c) 2025 Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-08-312025-08-31529610710.58185/jmestahat.v5i2.176Tingkat Kemandirian Lansia dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) di Kota Tangerang Selatan Tahun 2024
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm/article/view/155
<p>Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia menunjukkan adanya perubahan demografis menuju masyarakat menua, termasuk di Kota Tangerang Selatan. Lansia dihadapkan pada beragam tantangan seperti gangguan kesehatan fisik, mental, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kemandirian dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari (<em>Activity of Daily Living</em>/ADL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemandirian lansia dalam memenuhi ADL di Kota Tangerang Selatan tahun 2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap lansia berusia ≥60 tahun yang menetap di wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei skrining kesehatan menggunakan kuesioner Indeks Barthel Modifikasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia 60–74 tahun (85,1%) dan berjenis kelamin perempuan (51,9%). Proporsi lansia dengan ketergantungan total (C total) sebesar 0,1%, sedangkan tidak ditemukan lansia mandiri pada kelompok usia >90 tahun. Lansia yang mandiri dalam ADL paling banyak berasal dari kelompok perempuan dan usia 60–74 tahun. Hasil ini menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap peningkatan kemandirian lansia dalam perencanaan program pelayanan kesehatan dan intervensi sosial tingkat daerah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi studi lanjutan yang menelusuri faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian lansia.</p>Siti Pipit Nurzeha Puspa Bhayangkari SuparmanDewi Purnamawati
Copyright (c) 2025 Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-08-312025-08-31528895Pengaruh Penyuluhan terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap pada Siswa dalam Penanganan Sampah
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm/article/view/162
<p>Salah satu persoalan yang sering dihadapi kota-kota di Indonesia adalah masalah sampah. Hal ini terjadi karena jumlah penduduk yang membuang sampah tidak sebanding dengan banyaknya timbunan sampah yang dihasilkan setiap hari. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa di SMPN 1 Gunung Sindur, Bogor. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>quasi experiment</em>, dengan <em>One Group Pretest–Posttest</em>. Respondennya adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 74 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum terjadi peningkatan nilai pengetahuan dari sebelum dilakukan penyuluhan (nilai p=0.00), dan ada perbedaan nilai sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang penanganan sampah ((nilai p=0.00). Kesimpulannya penyuluhan tentang penanganan sampah dapat mengubah pengetahuan dan sikap siswa dalam penanganan sampah. Disarankan kepada pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penanganan sampah untuk dapat melaksanakan penyuluhan tentang penanganan sampah untuk membentuk dan mengembangkan sikap dan perilaku baik dalam penanganan sampah.</p>Rusman EfendiNadiyah HanifahLuqman EffendiSiti Riptifah Tri Handari
Copyright (c) 2025 Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-08-312025-08-31528087Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Mengonsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa/I SMP Bina Insan Cendikia Kota Depok Tahun 2025
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm/article/view/164
<p>Perilaku dalam mengonsumsi buah dan sayur menjadi salah satu indikator utama dalam mendukung pola makan sehat pada kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku mengonsumsi buah dan sayur pada remaja di SMP Bina Insan Cendikia di Kota Depok tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan responden berjumlah sebanyak 153 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (73,5%) memiliki perilaku konsumsi buah dan sayur yang rendah. Beberapa faktor yang terbukti memiliki hubungan bermakna dengan perilaku tersebut antara lain pengetahuan (p=0,002; OR=12,541), kesukaan (p=0,002; OR=3,292), kemudahaan untuk mendapatkan buah dan sayur (p=0,004; OR=4,504), pengaruh teman sebaya (p=0,004; OR=4,091), serta peran orang tua (p=0,005; OR=4,334). Sebaliknya, jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,248). Dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor eksternal dan internal yang memiliki kontribusi terhadap perilaku renaja dalam mengonsumsi buah dan sayur. Sekolah perlu menyediakan akses buah dan sayur, dan penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor lain yang berpengaruh.</p>Lifa YunitaLuqman EffendiNurfadhilah NurfadhilahThresya Febrianti
Copyright (c) 2025 Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-08-312025-08-31527079Prevalensi dan Korelasi: Status Kesehatan Jiwa Flourishing dan Faktor Sosiodemografi pada Dewasa Awal
https://jsemesta.iakmi.or.id/index.php/jm/article/view/165
<p>Paradigma kesehatan jiwa mengalami pergeseran dari berfokus penyakit/gangguan jiwa (model patogenik) menuju model kesehatan jiwa positif (model salutogenik) yang menekankan pada kesejahteraan dan fungsi optimal. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan <em>convenience sampling</em>. Kriteria inklusi adalah responden berusia 18-40 tahun dan bersedia mengisi kuesioner. Data dikumpulkan pada bulan September 2024 melalui kuesioner daring mencakup instrumen <em>Mental Health Continuum-Short Form</em> (MHC-SF) versi Indonesia dan data sosio-demografi. Partisipan berjumlah 191 orang dari wilayah Jakarta, Bogor dan Tangerang. Ditemukan 55,5% responden dalam kategori <em>flourishing</em>, 40,3% <em>moderate</em>, dan 4,2% <em>languishing</em>. Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan kategori status kesehatan jiwa (p<0,001). Secara signifikan laki-laki memiliki skor <em>Social Well being</em> yang lebih tinggi; individu yang menikah menunjukkan skor total MHC-SF, <em>Emotional Wellbeing</em> dan<em> Social Wellbeing </em>yang lebih tinggi. Terdapat perbedaan skor <em>Emotional Wellbeing</em> yang signifikan pada tingkat pendidikan. Temuan ini berimplikasi pentingnya kebijakan kesehatan jiwa pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta program/intervensi dukungan emosional untuk individu yang belum menikah dan intervensi untuk mengoptimalkan dimensi kesejahteraan sosial yang berperspektif gender.</p>Aisyah Maulina ZjubaidiArum Ariasih
Copyright (c) 2025 Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-08-302025-08-30525669